Sabtu, 12 November 2011

MAKNA IDHUL ADHA BAGI KEHIDUPAN


“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni’mat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan sembelihlah hewan . Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yangg terputus (dari Rahmat Allah”).[TQS.AL KAUTSAR(108):1-3]

Pondok Betung, 6 November 2011 Masehi
10 Dzu Al Hijjah 1433 Hijriyah

Afwan sangat telat Saudara-saudara untuk “meluncurkan” note ini. Karena adanya kepentingan yang perlu perhatian khusus. Bagaimana Idhul Qurban Antum/na kemarin? Ada makna yang didapatkah? Ataukah hanya sekedar lewat aja kayak daging kurban yang melewati perut kita?

 Kali ini ingin sekali hati ini berbagi tentang NIAT HIDUP BAGI MANUSIA. Manusia hidup di dunia pasti akan menjalankan peran mereka masing-masing. Ada yang menjalankan peran seorang “pemburu” dunia. Ada yang berperan “pemburu”akhirat. Dan ‘’pemburu-pemburu” lainnya. Niatan itulah yang membedakan kualitas kita di mata Allah. Kualitas di mata manusia dan Allah tentu berbeda. Ada sebuah kisah yang sangat mengesankan bagi hati kita, akan saya ceritakan sedikit.

Alkisah ada seorang sahabat yang meninggal malam-malam (afwan Ana lupa nama beliau). Rasulullah yang belum mengetahuinya ternyata dibangunkan Oleh Malaikat Jibril dan meminta agar jenazah disolatkan dan dikuburkan malam itu juga. Rasulullah bertanya kenapa begitu tergesa-gesa, apalagi dimalam yang dingin banyak sahabat lain yang sulit untuk dihubungi. Apa jawab Malaikat Jibril, “Tidak Ya Rasulullah, karena sudah menunggu sepuluh malaikat yang sebelumnya tidak pernah turun ke bumi, berdiri di depan pintumu hanya untuk menyolatkannya.”

Rasulullah terperanjat, beliau bangkit dan menanyakan apa amalan dari sahabat tersebut hingga membuat sepuluh malaikat yang tak pernah turun ke bumi itu berkenan di malam yang dingin untuk hadir menyolatkan. Jawab Malaikat Jibril, “Karena dia HIDUP UNTUK ALLAH.

Subhanallah, maukah kita merasakan nikmat seperti itu??^^

Hiduplah untuk Allah, wahai Sahabatku!!

Hiduplah untuk yang Maha Hidup, karena Dia-lah Sang Pencipta, Pengatur dan Pemilik kehidupan ini.
Banyak dari kita hidup untuk “yang lain”. Hidup untuk urusan hal di dunia, yang membuat kita mengesampingkan urusan kita kepada Allah. Sungguh dzalim yang sangat nyata yang seharusnya kita hindari.
Hidup untuk Allah artinya menyerahkan, meniatkan dan mengutamakan Allah dalam segala langkah hidup kita. Tak gampang memang, namun itulah ujian kehidupan yang sering kita hadapi, yaitu dilema antara pilihan mengutamakan keselamatan kehidupan dunia kita atau kehidupan akhirat kita. Contoh nyata adalah ketika anda dituntut bekerja melewati waktu solat, mana yang anda utamakan? Melanjutkan pekerjaan ataukah berhenti agar segera mengawalkan solat?

Dilema bukan anda untuk memutuskannya? Namun sebuah kisah inspiratif begitu sangat dicontohkan oleh beliau Nabi Ibrahim AS dan putranya Nabi Ismail AS. Bagaimana beliau diuji Allah agar menyembelih putra pertama dan kesayangannya tersebut. Beliau begitu tegar dan sabar menerima dan menjalankan wahyu dari Allah tersebut. Hingga akhirnya Allah menggantikan rasa cinta Nabi Ibrahim yang begitu besar kepada Allah dengan menggantikan seekor domba untuk disembelih.

Kelulusan Nabi Ibrahim tidak hanya dalam melaksanakan perintah Allah tetapi juga dalam kebijaksanaannya menyampaikan perintah itu kepada anaknya yang sangat dicintainya. Beliau tidak langsung mengambilnya tiba-tiba dan tidak pula mencari kelengahan atau dengan taktik intimidasi. Meskipun Ibrahim memiliki kekuatan yang banyak tetapi beliau tidak menggunakan kekuatan agar anaknya bertekuk lutut di hadapannya. Perintah Allah disampaikannya dengan transparan penuh argumentasi Ilahiah.
Sedangkan Nabi Ismail anak yang patuh dan mengerti kedudukan orang tuanya dan posisinya sebagai anak ia tidak membangkang dan tidak bimbang. Nabi Ismail memberikan jawaban yang memancarkan keimanan tawaddu dan tawakkal kepada Allah bukan untuk menonjolkan kepahlawanan atau kegagahan mencari popularitas. Ia tidak melakukan unjuk rasa yang konfrontatif tanpa mengindahkan akhlakul karimah atau dengan kekerasan untuk memprotes kehendak bapaknya. 

Sungguh dua tokoh bapak dan anak ini merupakan uswah hasanah bagi umat manusia. Sebuah teladan betapa utamanya mengutamakan cinta kepada Allah, ikhlas dan tulus kepada Allah. Dan uswah syariat. Syariat yang diwahyukan kepada Nabi Ibrahim, bahkan syariat Nabi Muhammad SAW merupakan syariat yg dulunya telah diwahyukan Allah kepada Ibrahim. Maka kita menyembelih hewan qurban di hari Idhul Adha ini termasuk meneladani sunnah Ibrahim sebagaimana sabda Nabi SAW, Sunnatu abikum Ibrahim.
 
Hidup untuk Allah, sebuah prinsip yang seharusnya ada dalam sanubari setiap muslim. Hidup hanya untuk Sang Pencipta, mengutamakan Allah di atas apapun. SEperti Nabi Ibrahim yang lebih memilih menjalankan perintah Allah walaupun perintah itu adalah menyembelih anaknya sendiri (padahal seperti yang kita tahu, Nabi Ismail adalah putra pertamanya. Namun cinta kepada Allah yang tulus dan kuat dalam dada beliau tak gentar walaupun setan menggoda. Akhirnya apa balasan dari Allah wahai Saudara muslim? Akhirnya Allah menggantikan ketulusan Nabi Ibrahim dengan cinta-Nya yang Agung, yaitu tidak jadi menyembelih Nabi Ismail, justru digantikan dengan seekor domba yang gemuk.

Hingga saat ini lah syariat menyembelih hewan kurban dilaksanakan, untuk mengenang “pengorbanan”, pengorbanan apa? Yaitu pengorbanan Nabi Ibrahim untuk memilih Allah daripada menyelamatkan kenikmatan dunianya. Subhanallah, jadi begitulah makna kurban atau Idhul Adha sebenarnya.

Makna bahwa kita harus mengutamakan cinta kepada Allah dibandingkan cinta kepada dunia, HIDUP UNTUK ALLAH.

SUDAHKAH ANDA MEMERIKSA DIRI, HATI, DAN IMAN ANDA??
TANYAKAN, SUDAHKAH AKU HIDUP UNTUK ALLAH DALAM SETIAP LANGKAHKU???

Mari selalu mengoreksi diri kita dan orang lain, saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. Jangan takut atau enggan menyampaikan kebaikan kepada orang lain hanya karena kita belum melaksanakannya, INGAT Saudaraku!
HIDAYAH ALLAH DAPAT HADIR SETIAP WAKTU, MAKA PERCEPATLAH AGAR HIDAYAH ITU SEGERA DATANG!!!^^

Ya Allah, himpunkanlah kami ke dalam golongan yang ingat kepada-Mu
Selalu dalam agama dan syariat yang telah Engkau tunjukkan
Aamiin
Maaf, Ane telat lagi me-upload catatan saya, karena ada beberapa hal yang membuat menunda, semoga bermanfaat bagi Saudara-saudara.

Mari saling menginspirasi!!!^^

TeguhRevolutioner®
@teguhleader

Note ASLI KARYA SAYA

Selasa, 01 November 2011

Tenagai dengan Cinta


Bismillah….

Wadassari III, 28 Oktober 2011

Semangat hidup Saudaraku?

Bagaimana kabar Antum/na? Semoga masih dalam lingkupan cinta Allah Sang Pemilik Cinta^^

Beberapa hari kemarin saya begitu terhenyak melihat sebuah pemandangan. Pemandangan yang menyadarkan hati saya. Apa yang menarik?

Seorang bapak-bapak yang tampak lusuh penampilannya. Tangannya membawa sebilah tongkat kayu dengan pengait kayu di ujungnya. Di panggulnya dengan kedua punggung kekarnya sebuah karung tempat barang-barang “berharga” yang ia ambil. Tentu kita semua tahu kan kira-kira profesi bapak ini apa. Hinakah di mata Saudara-saudara?

Namun kali ini saya tidak akan memancing nurani teman-teman untuk peduli pada si Bapak tadi. Namun ingin mengajak nurani teman-teman untuk merenung, merenungi “sesuatu” hal. Sesuatu yang membuat bapak tadi bertahan dengan pekerjaannya. Yang membuat nya semangat dan tak pernah merasa capek dan malu.
Bagaimana seseorang mampu bertahan berjam-jam tanpa lelah? Apa pula rahasia para nelayan hingga “tega” meninggalkan anak istri menantang ombak dan badai? Apa trik kuli bangunan bekerja hingga berjam-jam di bawah terik matahari?

Kekuatan apa yang membuat mereka kuat fisik dan tahan mentalnya?

Analisis saya akhirnya berakhir pada “SEMANGAT”, ternyata masih belum puas nurani dengan jawaban SEMANGAT, karena semangat muncul karena sebab. AKhirnya ku temukan bahwa jawaban itu adalah “CINTA”. Ya, “Kekuatan Cinta” (the power of love). Cinta yang melahirkan harapan dan pengabdian bagi apapun yang dicintainya. Kepada Allah yang selalu mencintainya, kepada keluarga nun jauh di sana,kepada masyarakat banyak yang membutuhkan karya mereka, kepada alam yang “mengasuh” mereka, kepada bayangan masa depan hidup sejahtera, ataupun kepada hati tempat cinta itu mengalir. Hehe

Tenagai!

Berikan tenaga cinta dalam aktifitas kita. Allah menciptakan makhluk pun karena cinta. Sudah seyogyanya kita pun melakukan sesuatu atas dasar cinta. Jika kita jeli, ketika kita menonton film Harry Potter betapa kekuatan cinta dari ibunya mampu melindungi Harry dari kekuatan jahat Voldemort. Saya jadi teringat bagaimana teman saya begitu kuatnya semalam tidak tidur karena mau ujian esoknya. Kira-kira cinta apa yang memberikan tenaga padanya? Mungkin atas dasar cinta pada dirinya, dia merasa sayang jika dirinya hanya dihargai dengan nilai empat atau di bawahnya. Subhanallah…

Rasanya tak ada yang tak mungkin jika kita maksimal menyuplai tenaga cinta pada aktifitas kita. Tengoklah bagaimana gigihnya seorang lelaki yang berusaha mendapatkan wanita idaman hatinya, bagaimana gigihnya dia memutar otak (melebihi dia sewaktu menghafal Quran), bagimana gigihnya dia memeras tenaga agar dapat bertemu (melebihi kekuatan dirinya untuk sholat berjamaah).

Keren kan kekuatan cinta??? Tak cukup diuraikan di sini untuk membeberkan cerita-ceritanya.hehe
So, bila kita berkeluh kesah hanya karena beratnya tugas, betapa lamanya ujian yang kita hadapi, dan betapa berat rasanya menjalani amanah dalam kehidupan. Maka, berikanlah tenaga!

Tenagailah Saudara-Saudara!!!

Tenagailah dengan cinta, semua yang sulit akan mudah, yang berat akan terasa ikhlas, yang buntu solusinya akan terbuka idenya karena cinta akan melahirkan sifat gigih dan konsisten serta kreatif.
Sebuah pesan penutup, “Mari tenagai aktifitas kita dengan cinta, dasarilah dengan cinta, cinta akan melahirkan keikhlasan, keikhlasan akan melahirkan kegigihan, kegigihan akan membawa pada solusi dari setiap maslah yang menghadang.”

Salam ma’ruf!!!^^

Mari saling menjaga persaudaraan dengan cinta yang benar^^

Menyitir puisi…

Cinta pertamaku padamu Ya Allah..
Cinta keduaku padamu Ya Rasulullah..
Cinta ketiga ku padamu Ya Abi wa Umi..
Cinta terakhirku padamu Ya....Ukhti/Akhi….

Hehe…

Salam Cinta!!!
=====================================================================================
Karena ada suatu hal, kami mohon maaf minggu ini telat  meluncurkan note, insyaallah minggu berikutnya  akan konsisten kami luncurkan note-note berikutnya. Terimakasih selalu setia membaca, dan semoga dapat saling menginspirasi sesama.

@teguhleader

TeguhRevolutioner© , Revolusikan diri ke arah lebih baik!!!

*Artikel ASLI karya saya